Abstract :
Pengembangan vanili di Indonesia mengalami kendala yang mengakibatkan produksi vanili di Indonesia tidak seimbang dengan permintaan pasar yang tinggi. Untuk itu dapat dilakukan metode perbanyakan secara vegetative yaitu dengan metode secara in vitro atau yang biasa disebut kultur jaringan. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan kultur jaringan vanili yaitu pengunaan media dasar dan zat pengatur tumbuh. Kegiatan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui penggandaan tunas kultur vanili (Vanilla planifolia Andrews.) dengan penambahan Benzyl Amino Purine (BAP). Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan pada bulan Februari 2021 sampai dengan Juni 2021. Tempat pelaksanaan tugas akhir dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Tugas Akhir disusun dengan menggunakan RAL faktor tunggal (Rancangan Acak Lengkap) dengan variasi konsentrasi BAP 0.0; 0.5; 1.0; 1.5; dan 2.0 ppm. Terdapat 5 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan dilakukan 4 kali pengulangan. Pengujian lanjut dilakukan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Hasil kegiatan tugas akhir menunjukkan bahwa Penambahan BAP (Benzyl Amino Purine) 0.5-2.0 ppm mempengaruhi penggandaan tunas eksplan kultur vanili pada 56 hsi dengan rerata jumlah tunas terbanyak 2.87 - 3.81 tunas/eksplan. Kata kunci : BAP, in vitro, vanili