Abstract :
Sistem hidroponik merupakan salah satu cara menghasilkan produk tanaman terutama komoditas sayuran yang berkualitas tinggi secara berkelanjutan, sistem hidroponik menerapkan metode penanaman tanaman tanpa menggunakan tanah. Sistem hidroponik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan pemberian nutrisi. NFT (Nutrient Film Technique), DFT (Deep Flow Technique) dan wick. Seiring berkembangnya waktu, ketersediaan lahan pertanian semakin menurun akibat pengalih fungsian lahan pertanian menjadi lahan pemukiman terlebih hal ini banyak terjadi di wilayah perkotaan. Salah satu sistem hidroponik yang dapat digunakan di wilayah padat penduduk yaitu sistem DFT. Sistem DFT merupakan salah satu sistem hidroponik yang menggunakan air. Tanaman dibudidayakan diatas saluran yang dialiri larutan nutrisi setinggi 4-10cm secara terus menerus yang tersirkulasi melalui pompa air. Tujuan tugas akhir ini mampu mengetahui dan menerapkan tahapan dalam budidaya sawi hijau hidroponik dengan sistem DFT, mampu melakukan bauran pemasaran dan mampu menganalisis usaha budidaya sawi hijau hidroponik dengan sistem DFT. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo selama 3 (tiga) bulan terhitung dari 01 Maret 2021 sampai dengan 31 Mei 2021. Budidaya sawi hijau hidroponik dengan sistem DFT menggunakan satu saluran pemasaran yaitu pemasaran secara langsung. Metode analisis usaha yang digunakan berupa perhitungan BEP, R/C Ratio, ROI. Hasil analisis usaha menunjukkan bahwa nilai BEP (Produksi) yang diperoleh yaitu sebesar 27 unit dari total produksi 44 kemasan, BEP (Harga) Rp. 5.559,- dengan harga jual Rp. 9.000 dan ROI 14,29%. Sehingga berdasarkan perhitungan analisis usaha tersebut maka budidaya sawi hijau hidroponik sistem DFT ini layak untuk dijalankan. Kata Kunci : Sawi Hijau, Hidroponik, Sistem DFT