Abstract :
Metode pembibitan semi foat bed (SFB) adalah sistem pembibitan yang sudah modern. Pembibitan sistem semi float bed (SFB) merupakan sistem yang saat ini mulai dikembangkan dan masih diperlukan banyak penelitian, agar untuk mengetahui media tanam yang cocok digunakan dalam sistem pembibitan ini.. Kegiatan tugas akhir ini dilakukan dilahan politeknik negeri jember yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan April 2021 dengan menggunakan bibit tembakau white burley. Kegiatan tugas akhir ini menggunakan perbedaan media tanam Sphagnum moss, cocopeat dan top soil denga 2 perlakuan yaitu P0 (Sphagnum moss 100%) , dan P1 (Cocopeat 50% : Top soil 50%). Analisis data dalam kegiatan tugas akhir ini menggunakan analisis Uji-t untuk membandingkan 2 perlakuan tersebut. Berdasarkan hasil analisis data Uji-t perlakuan P0 (sphagnum moss 100%) berbeda sangat nyata terhadap perlakuan P1 (cocopeat 50% : top soil 50%) pada parameter tinggi bibit, jumlah daun, diameter batang bibit, berat besah bibit, dan berat kering bibit. Perlakuan media tanam sphagnum moss 100% (P0) memiliki rata rata tinggi bibit (20,315 cm), jumlah duan bibit (6 helai daun), diameter bibit (4,015 mm), berat basah bibit (5,8042 gram), dan berat kering bibit (0,2951 gram) yang menunjukkan bahwa media tanam sphagnum sangat cocok untuk sistem pembibitan semi float bed pada pembibitan tanaman tembakau white burley. Perlakuan media tanam cocopeat 50% dan top soil 50% (P1) memiliki rata rata tinggi bibit (11,503 cm), jumlah duan bibit (5-6 helai daun), diameter bibit (3,25 mm), berat basah bibit (2,76 gram), dan berat kering bibit (0,14 gram) yang menunjukkan bahwa media tanam cocopeat dan top soil kurang cocok untuk sistem pembibitan semi float bed pada pembibitan tanaman tembakau white burley.