Abstract :
Wasting adalah suatu kondisi kekurangan gizi akut yang banyak terjadi pada balita.Wasting dapat disebabkan karena kekurangan asupan nutrisi dan penyakit infeksi yang dapat menimbulkan sindrom metabolik sehingga terjadi penurunan berat badan secara drastis. Salah satu cara mengatasi masalah wasting yaitu dengan memberikan makanan tinggi protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik crispy cookies dengan penambahan tepung kedelai dan tepung daun kelor sebagai makanan selingan cegah wasting. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 formulasi perlakuan penambahan tepung kedelai : tepung daun kelor yaitu 9 : 1, 8 : 2, 7 : 3, 6 : 4, 5 : 5, dan 4 : 6 dan pengulangan sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi penambahan tepung kedelai maka semakin tinggi kandungan protein pada crispy cookies. Semakin banyak penambahan tepung daun kelor maka hasil daya patah semakin renyah. Terdapat perbedaan yang signifikan (sig < 0,05) terhadap kandungan protein dan daya patah crispy cookies. Perlakuan terbaik penelitian ini adalah perlakuan P3 (tepung kedelai : tepung daun kelor = 7 : 3). Hasil uji organoleptik perlakuan terbaik pada balita menyatakan 80 % suka dan 20 % tidak suka. Pemberian makanan selingan crispy cookies dengan penambahan tepung kedelai dan tepung daun kelor untuk usia 1-3 tahun 6 keping per hari dan usia 4 -5 tahun 14 keping per hari.