Abstract :
Usaha ternak bebek menjadi alternatif sumber pendapatan yang semakin banyak diminati masyarakat di Indonesia baik di pedesaan maupun di perkotaan. Usaha ternak bebek dikatakan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan ternak unggas lain karena dianggap hasil produksi bebek yang memiliki nilai jual yang tinggi. Namun kendala yang seringkali dihadapi oleh peternak dalam pemeliharaan bebek adalah munculnya suatu penyakit, dimana terdapat banyak jenis penyakit bebek dengan gejala yang serupa. Sedangkan masih banyak peternak yang belum mengetahui jenis penyakit yang menyerang dan cara menangani penyakit dengan benar sehingga menyebabkan kematian massal dan kerugian. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti akan membangun sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pada bebek berbasis website. Metode yang digunakan yaitu dempster shafer. Hasil keluaran yang ditampilkan yaitu hasil diagnosa berupa presentase kemungkinan penyakit yang menyerang beserta cara penanganan yang tepat. Berdasarkan hasil pengujian black box diperoleh kesimpulan bahwa sistem dapat berfungsi dengan baik. Pada penelitian ini didapatkan akurasi sistem sebesar 100% dengan 20 kali percobaan yang dilakukan oleh peternak bebek dan divalidasi oleh pakar.