Abstract :
Pengaruh Penambahan Manitol dan Amilum Manihot Terhadap Sifat Fisik
dan Sensoris Tablet Hisap Kunyit Asam, Fika Wulan Romadhol Ana, NIM
B32181371, Tahun 2021, 46 hlm, Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Jember,
Mulia Winirsya A, S.TP, MP (Pembimbing I).
Kunyit merupakan tanaman yang digunakan sebagai sumber alternatif
pengobatan tradisional maupun modern. Kunyit banyak diaplikasikan diberbagai
bidang seperti kuliner, kesehatan, dan kosmetik. Bagian utama kunyit terletak
pada rimpang yang mengandung banyak senyawa kurkuminoid yang dapat
digunakan sebagai bahan pewarna alami untuk jenis makanan, obat tradisional,
dan lain-lain. Pemanfaatan kunyit sebagai obat tradisional adalah sebagai jamu
kunyit asam. Minuman jamu kunyit asam dapat membantu meningkatkan
imunitas tubuh karena mengandung antioksidan, namun masyarakat enggan untuk
meminum jamu karena relatif pahit. Jamu kunyit asam dapat digunakan sebagai
inovasi produk olahan yaitu dengan pembuatan produk tablet hisap. Slurry dari
jamu kunyit asam dijadikan tablet hisap karena mudah dalam konsumsi,
mempermudah transportasi dan pembuatannya yang juga relatif mudah. Tablet
hisap merupakan sediaan padat mengandung satu atau lebih bahan obat yang
pada dasarnya berbahan manis dan beraroma yang dapat larut atau hancur
perlahan dalam mulut. Pembuatan tablet hisap kunyit asam dilakukan
penambahan manitol dan amilum manihot sebagai bahan pengisi tablet hisap.
Bahan manitol digunakan dalam penelitian ini karena memiliki rasa manis,
kelarutan yang lambat, relative higroskopis dan tidak menyebabkan caries gigi,
sedangkan bahan amilum manihot merupakan bahan alami yang umum digunakan
yang memiliki sifat penghancur yang baik, harga yang murah, mudah didapat, dan
dapat diproduksi sendiri karena berasal dari alam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan manitol
dan amilum manihot terhadap sifat fisik dan sensoris tablet hisap kunyit asam
meliputi keseragaman bobot, kerapuhan, daya hisap, uji hedonik dan mutu
hedonik terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur. Serta mengetahui perlakuan
terbaik dalam pembuatan tablet hisap kunyit asam. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu penambahan
manitol dan amilum manihot. Perlakuan pertama yaitu dengan penambahan
manitol 100%, perlakuan kedua dengan penambahan manitol 75% dan amilum
manihot 25%, perlakuan ketiga dengan penambahan manitol 50% dan amilum
manihot 50%, perlakuan keempat dengan penambahan manitol 25% dan amilum
manihot 75%, dan perlakuan kelima dengan penambahan amilum manihot 100%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan manitol dan amilum
manihot memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap sifat fisik
keseragaman bobot namun memberikan pengaruh sangat berbeda nyata terhadap
kerapuhan dan daya hisap. Sedangkan pada uji hedonik memberikan pengaruh
tidak berbeda nyata terhadap warna dan aroma namun menunjukkan pengaruh
sangat berbeda nyata terhadap rasa dan tekstur. Pada pengujian mutu hedonik
memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap aroma dan tekstur namun
memberikan pengaruh sangat berbeda nyata terhadap warna dan rasa. Perlakuan
terbaik pembuatan tablet hisap kunyit asam berdasarkan analisa de garmo yaitu
pada perlakuan pertama dengan penambahan manitol 100% dengan nilai rerata
keseragaman bobot 504,61 mg, kerapuhan 6,13%, daya hisap 59,18 detik, warna
2,50 (putih), rasa 3,37 (manis sedikit asam kunyit), aroma 2,53 (tidak beraroma
kunyit asam), dan tekstur 3,67 (agak kasar). Penentuan perlakuan terbaik dari
yang paling penting hingga kurang penting yaitu keseragaman bobot, daya hisap,
rasa, kerapuhan, tekstur, aroma, dan warna.