Abstract :
Tanaman tebu (Saccharum officinarum L) adalah satu anggota familia rumputrumputan (Graminae) yang merupakan tanaman asli tropika basah, namun masih dapat tumbuh baik dan berkembang di daerah subtropika, pada berbagai jenis tanah dari daratan rendah hingga ketinggian 1.400 m diatas permukaan laut (dpl). Pembibitan dengan metode bud set akan menghasilkan pertumbuhan yang seragam dan jumlah anakan yang lebih banyak Penggunaan varietas tebu dapat berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Penggunaan posisi mata tunas yang terletak pada ruas bagian atas dan belum berwarana akan berkecambah lebih cepat dari pada ruas bagian tengah. Hal ini dikarenakan pada bagian posisi mata tunas yang terletak pada ruas bagian atas seecara alami, dalam tubuh tanaman sudah memproduksi hormon seperti auksin. Kegiatan Tugas Akhir dengan judul ?Perbandingan Bud Set Batang Atas Dan Batang Tengah Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tebu ( saccharum officinarum L.) Varietas VMC 76-16 ? yang dilaksanakan pada bulan Maret - Mei di Lahan Penelitian Politeknik Negeri Jember. Kegiatan ini menggunakan perhitungan uji t-test dengan 2 perlakuan yaitu varietas VMC 76-16 mata tunas bagian atas dan varietas VMC 76-16 mata tunas bagian tengah. Hasil Tugas Akhir ini menunjukkan berbeda sangat nya nyata (signifikan) pada parameter tinggi bibit, jumlah daun, jumlah anakan sedangkan berbeda tidak nyata pada parameter jumlah anakan pada umur 60 hst dan 90 dan daya kecambah sebesar 100 % batang atas dan 93 % batang tengah