Institusion
Politeknik Negeri Jember
Author
Prasetya, Dandy Yuditriaji
Subject
154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Datestamp
2021-11-08 02:25:14
Abstract :
Di Indonesia kacang tanah mengalami produksi yang cenderung menurun. Salah satu upaya peningkatan hasil produksi tanaman kacang tanah yaitu menggunakan kotoran kelinci dan urin kelinci untuk memperbaiki struktur tanah, dan menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kacang tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon hasil tanaman kacang tanah terhadap pengaplikasian kotoran kelinci dan urin kelanci. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2020 hingga Februari 2021 di lahan pertanian Desa Sumberkalong, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial yaitu faktor pertama kotoran kelinci dan faktor kedua urin kelinci yang disusun dengan 9 perlakuan dengan 3 ulangan. Faktor konsentrasi urin kelinci terdiri dari 3 taraf yaitu 0% v/v, 80% v/v, dan 100% v/v. Sedangkan faktor dosis kotoran kelinci terdiri dari 3 taraf yaitu 0 ton/ha, 10 ton/ha, dan 20 ton/ha. Pada pengaplikasian urin kelinci dilakukan dua minggu sekali setelah penanaman dan kotoran kelinci diaplikasikan tujuh hari sebelum tanam. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong bernas, jumlah polong cipo, jumlah polong hampa, berat polong basah, berat polong kering, berat biji basah, berat biji kering, dan berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi urin kelinci memberikan perbedaan sangat nyata terhadap paremeter tinggi tanaman 42 hari setelah tanam (HST), jumlah cabang 42 HST dan berbeda nyata terhadap paremeter berat polong basah per plot. Sedangkan perlakuan kotoran kelinci menunjukkan berbeda tidak nyata (NS) terhadap semua parameter pengamatan. Interaksi antara urin kelinci dan kotoran kelinci menunjukkan hasil berbeda nyata terhadap perlakuan konsentrasi urin kelinci 80% v/v + kotoran kelinci 10 ton/ha pada parameter tinggi tanaman 42 HST menunjukkan hasil tertinggi yaitu 49,33 cm, dan berat biji basah per sampel pada perlakuan konsentrasi 100% v/v + kotoran kelinci 20 ton/ha menunjukkan hasil tertinggi 17,40 gram.
Kata Kunci : Kacang Tanah, Kelinci, Kotoran , Urin