Abstract :
Pangan telah diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 18 tahun
2012 bahwa bahan pangan dan konsumsi pangan harus memenuhi syarat aman,
higienis, bermutu, bergizi, tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan
budaya masyarakat. Pangan yang aman adalah pangan yang terbebas dari cemaran
biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan
membahayakan kesehatan manusia. Cemaran biologi dapat berupa kontaminasi
mikroba baik bakteri, virus, kapang, dan hama lain. Salah satu mikroba yang dapat
mengontaminasi pangan adalah bakteri Eschericia coli. Bakteri Eschericia coli
dapat menjadi penyebab utama dari penyakit yang ditularkan melalui makanan
(foodborne diseases) dan menyerang saluran pencernaan. Penyakit yang
disebabkan oleh bakteri ini adalah demam, diare, dan thypoid. Dinas Kesehatan
Kabupaten Jember (2020) mencatat Kasus Thypoid di Kabupaten Jember pada
tahun 2019 sebanyak 8.952 jiwa.
Bakteri Eschericia coli biasanya terdapat pada bahan makanan mentah
seperti daging mentah atau makanan yang tidak dimasak secara sempurna. Broiler
merupakan salah satu hewan (unggas) yang menghasilkan daging sebagai sumber
pangan dan memiliki kemungkinan untuk terkomtaminasi bakteri Eschericia coli.
Daging broiler dapat terkontaminasi saat di rumah potong, di tempat penjualan serta
pada saat proses pengolahan makanan apabila proses pemasakan tidak sempurna
dapat menyebabkan bakteri berkembangbiak dengan baik. Tempat pemotongan
ayam (RPA) merupakan salah satu proses yang dilalui sampai menjadi daging ayam
dan merupakan tempat yang memungkinkan terjadinya kontaminasi bakteri
Eschericia coli. Berdasarkan uraian kasus yang telah dipaparkan dan seiring dengan
meningkatnya konsumsi daging broiler dari tahun ke tahun maka perlu dilakukan
xi
pengawasan mutu pangan, yang salah satunya adalah dengan mengawasi cemaran
bakteri pada daging broiler. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis cemaran
bakteri Eschericia coli pada daging broiler yang dijual di pasar tradisional
Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian mutu
daging broiler yang dijual di Pasar Tradisional Kabupaten Jember dengan batas
cemaran bakteri Eschericia coli yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia
(SNI) Tahun 2009 tentang batasan maksimum cemaran mikroba dan mutu daging
broiler segar.
Data dan informasi dari penelitian ini diharapkan memberikan manfaat
kepada konsumen, pedagang, dan pemerintah tentang pentingnya menjaga daging
broiler yang dijual di pasar tradisional Kabupaten Jember dari cemaran bakteri
Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental (penelitian
deskriptif) dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara
purposive sampling dan random sampling. Sebanyak 20 sampel daging broiler
diambil secara acak (Random Sampling) dari 9 pasar tradisional yang termasuk
dalam kriteria pasar tradisional yang sudah ditentukan (Purposive Sampling) di
Kabupaten Jember. Pemeriksaan Eschericia coli dilakukan dengan menginokulasi
bakteri Eschericia coli pada media L-EMBA, kemudian diamati secara
makroskopis. Parameter penelitian ini adalah dengan melakukan pengujian
kandungan bakteri Eschericia coli pada daging broiler yang disertai dengan
parameter pendukung diantaranya pengujian TPC, Kadar air daging dan pH daging.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji binominal dan analisis
deskriptif.
Hasil Uji Binomial dari 20 sampel daging broiler yang dijual di pasar
tradisional Kabupaten Jember menunjukkan bahwa seluruhnya tidak terdapat
cemaran bakteri Escherichia coli, artinya daging broiler yang dijual di pasar
tradisional Kabupaten Jember sesuai dengan SNI (2009) tentang batasan
maksimum cemaran mikroba dan mutu daging broiler segar. Bertolak-belakang
dengan kandungan kandungan total jumlah bakteri (TPC) pada daging broiler yang
dijual di pasar tradisional Kabupaten Jember, dimana dari 20 sampel daging broiler
menunjukkan bahwa kandungan TPC pada daging broiler seluruhnya melampaui
xii
angka 1x106
cfu/g menurut SNI (2009) tentang batasan maksimum cemaran
mikroba dan mutu daging broiler segar. Kandungan kadar air pada daging broiler
dengan rata-rata sebesar 75,08% menjadi media yang baik untuk pertumbuhan
mikroba pada daging broiler, sehingga menjadi faktor pendukung dari tingginya
kandungan TPC pada daging broiler yang dijual di pasar tradisional Kabupaten
Jember. Faktor lain yang mendukung tingginya kandungan TPC pada daging broiler
yang dijual di pasar tradisional adalah nilai pH daging dengan rata-rata nilai pH
sebesar 6, sehingga mengakibatkan perkembangbiakan mikroba pada daging broiler
menjadi lebih cepa