Abstract :
Ikan lemuru (Sardinella sp.) merupakan jenis ikan pelagik kecil yang
banyak dijumpai di perairan indonesia. Sementara bentuk pemanfaatannya masih
terbatas untuk industri pengalengan, pindang, ikan asin dan untuk tepung ikan.
Pada saat musim timur, hasil tangkapan nelayan melimpah dan terjadi kelebihan
produksi serta tidak mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya sehingga
mengalami kerusakan dan pembusukan.
Kerupuk adalah salah satu makanan ringan khas Indonesia yang sangat
digemari oleh masyarakat di semua golongan terutama kerupuk ikan. Kerupuk
ikan terdiri dari beberapa macam seperti kerupuk udang, kerupuk tengiri dan
sejenisnya yang biasanya digunakan sebagai makanan selingan maupun variasi
dalam lauk pauk. Kerupuk ikan banyak digemari karena harganya yang
terjangkau, rasanya yang nikmat dan mudah ditemukan di berbagai daerah.
Buah naga adalah tanaman jenis katkus yang berasal dari Amerika
Tengah, Amerika Selatan dan Meksiko. Buah naga beragam manfaat salah
satunya buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus) yang mengandung
antosianin pada kulitnya. Menurut Saati (2009) dalam penelitiannya, ekstrak
kulit buah naga super merah dengan pelarut air mengandung 1,1 mg/100 ml.
Antosianin adalah senyawa fenolik yang termasuk flavanoid, Antosianin ini
mengakibatkan warna merah-ungu yang berfungsi sebagai zat warna alami yang
memberikan manfaat sebagai antioksidan bagi tubuh serta dapat mencegah
terjadinya aterosklerosis dan penyakit penyumbatan pembuluh darah. Digunakan
kulit buah naga merah sebagai pewarna alami karena manfaat yang bagus serta untuk mendapatkannya relatif mudah dan murah. Dalam hasil pemaparan
tersebut maka dapat mengetahui karakteristik kerupuk ikan lemuru dengan
penambahan pewarna kulit buah naga.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah penambahan
kulit buah naga pada kerupuk berpengaruh pada sifat fisik dan kimia. Metode
yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan 4 formulasi yaitu formulasi A1B1 menggunakan daging ikan
lemuru 50 gram, tepung tapioka 150 gram dan 100 ml pewarna, formulasi A1B2
menggunakan daging ikan lemuru 50 gram, 150 gram dan 200 ml pewarna,
formulasi A2B1 menggunakan tepung ikan lemuru 50 gram, 150 gram dan 100 ml
pewarna dan formulasi A2B2 menggunakan tepung ikan 50 gram, 150 gram
tepung tapioka dan pewarna 200 ml.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan pewarna kulit buah naga
memberikan pengaruh sangat nyata pada aktivitas antioksidan dan kadar air
sedangkan pada kadar lemak, protein dan abu tidak berpengaruh. Pada uji sensori
menggunakan uji hedonik. Uji hedonik bertujuan untuk mengetahui tingkat
kesukaan dan ketidaksukaan terhadap sampel produk yang berupa kerupuk ikan
lemuru dengan penambahan pewarna kulit buah naga. Panelis diberi lembar
penilaian uji hedonik untuk mengetahui tingkat kesukaan pada produk. Parameter
yang diuji meliputi warna, rasa, tekstur dan aroma. Dengan skala nilai yang
digunakan adalah sangat suka (skor 5), suka (skor 4), agak suka (skor 3), tidak
suka (skor 2), sangat tidak suka (skor 1)