DETAIL DOCUMENT
Efektivitas Serbuk Ekstrak Kulit Petai (Parkia spesioca Hassk) Sebagai Disinfektan Alami Pada Buah Segar
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Jember
Author
Imawati, Karmila Kamilia
Subject
165 - Teknologi Pangan dan Gizi 
Datestamp
2021-11-22 02:47:04 
Abstract :
Efektivitas Serbuk Ekstrak Kulit Petai (Parkia spesioca Hassk) Sebagai Disinfektan Alami Pada Buah Segar, Karmila Kamilia Imawati, NIM B32181671, Tahun 2021, 62 hlm., Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Dr. Titik Budiati S.TP., MT., M.Sc (Dosen Pembimbing), M. Ardiansyah S. N., S.Si., M.Si (Ketua Penguji), Irene Ratri Andia Sasmita, S.TP., MT (Anggota Penguji). Buah merupakan salah satu makanan yang dibutuhkan oleh manusia. Umumnya buah segar biasanya dikonsumsi secara langsung tanpa adanya proses pengupasan dan pengolahan. Buah yang dikonsumsi dalam bentuk segar rentan terhadap kontaminasi dari mikroorganisme patogen. Bakteri patogen seperti Salmonella enterica serovar Typhimurium, Bacillus cereus, Staphyloccocus aureus, Pseudomonas aeruginosa dan Listeria monocytogenes, sering dikaitkan dengan makanan yang berasal dari produk segar termasuk buah-buahan. Usaha untuk mengurangi atau bahkan membunuh bakteri patogen pada buah segar biasa dilakukan pencucian menggunakan air bersih, dan disinfektan sintetis seperti klorin. Seiring berjalannya waktu masyarakat menyadari bahwa zat kimia dalam disinfektan tersebut dapat bersifat karsinogenik pada pemakaian jangka panjang. Maka dari itu antimikroba alami dari tanaman diusulkan sebagai alternatif disinfektan alami. Senyawa fenolik pada tanaman memiliki sifat antibakteri terhadap bakteri patogen. Salah satu bahan alami yang dapat dijadikan sebagai disinfektan alami adalah kulit petai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serbuk ekstrak kulit petai dalam mengurangi atau bahkan membunuh bakteri patogen pada buah segar (stroberi dan tomat ceri), serta mengetahui tingkat keekfektifan serbuk ekstrak kulit petai dalam mengurangi atau bahkan membunuh bakteri patogen pada buah didasarkan pada nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dari serbuk ekstrak kulit petai. Nilai MIC dari serbuk ekstrak kulit petai diidentifikasi dengan metode dilusi agar. Minimum Inhibitory Concentration (MIC) adalah konsentrasi zat antimikroba terendah yang menghambat pertumbuhan bakteri. Nilai MIC dari serbuk ekstrak kulit petai adalah 0,19% (L. monocytogenes), 1,56% (S. aureus), 0,048 % (B. cereus), 0,006% (P. aeruginosa), dan 0,19% (S. enterica serovar Typhimurium). Serbuk ekstrak kulit petai sebagai disinfektan alami mampu mengurangi jumlah bakteri patogen pada stroberi adalah 1,286 log reduction (L. monocytogenes), 1,856 log reduction (S. aureus), 2,145 log reduction (S. enterica serovar Typhimurium), 2,203 log reduction (P. aeruginosa), dan 2,681 log reduction (B. cereus). Pada tomat ceri penurunan bakteri patogen adalah 1,092 log reduction (B. cereus), 1,221 log reduction (L. monocytogenes), 1,282 log reduction (S. aureus), 2,243 log reduction (S. enterica serovar Typhimurium), dan 2,361 log reduction (P. aeruginosa). 
Institution Info

Politeknik Negeri Jember