Abstract :
Buah naga merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki prospektif untuk dikembangkan, karena telah terbukti memberikan keuntungan yang tinggi secara komersial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan dan menganalisis skenario kebijakan dalam pengembangan agribisnis buah naga di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi yaitu Kecamatan Bangorejo dan Kecamatan Pesanggaran. Metodologi yang digunakan adalah Rap-Dragonfruit melalui metode Multi Dimensional Scaling (MDS) untuk menganalisis keberlanjutan dengan 33 atribut dari 5 dimensi (dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi, dan dimensi kelembagaan) dan Multi Criteria Policy (MULTIPOL) untuk menganalisis skenario kebijakan dalam pengembangan agribisnis buah naga dengan menggunakan skenario, kebijakan, kriteria dan tindakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa agribisnis buah naga di Kabupaten Banyuwangi ditinjau dari keseluruhan dimensi memiliki keberlanjutan sebesar 57,50 termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Hasil analisis indeks keberlanjutan untuk ke-lima dimensi masing-masing adalah 52,86 (ekologi); 45,19 (ekonomi); 57,13 (sosial); 70,24 (teknologi); 56,22 (kelembagaan). Hasil analisis skenario kebijakan dalam pengembangan keberlanjutan agribisnis buah naga di Kabupaten Banyuwangi yaitu dengan melihat jalur kebijakan dari sisi permintaan petani yaitu 1) fasilitas pemasaran dari pemerintah; 2) perjanjian kerjasama antara pemerintah daerah, PLN dan kelompok tani; dan 3) diversifikasi industri olahan buah naga. Sisi penawaran dari pemerintah yaitu 1) peningkatan kompetensi petani; 2) perjanjian kerjasama antara pemerintah daerah, PLN dan kelompok tani; 3) fasilitas pemasaran dari pemerintah.