Abstract :
Perbaikan Kualitas Produk Kopi Analog Biji Salak di UD. Halwa Indoraya Menggunakan Metode Quality Function Deployment, Yeni Lailatul Yanah, NIM B32180636, Tahun 2021, 81 hlm, Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, M. Ardiansyah Surya N., S.Si., M.Si (Dosen Pembimbing), Ir. Wahyu Suryaningsih, M.Si (Ketua Penguji), Dr. Titik Budiati, S.TP., MT., M.Sc (Anggota Penguji).
Sampel yang digunakan pada studi kasus ini adalah kopi biji salak Kunara, kopi biji salak Supadmi dan kopi biji salak KOBISA. Limbah biji salak dapat dikembangkan menjadi bahan dasar produk minuman yaitu kopi. Hal ini dilatar belakangi oleh keberadaan limbah biji salak yang belum teroptimalkan dan juga kandungan komponennya. Penelitian studi kasus ini menggunakan metode yang dapat digunakan untuk menilai dan menerjemahkan keinginan konsumen, metode tersebut yaitu Quality Function Deployment (QFD). Tujuan dari penelitian studi kasus ini terhadap perbaikan kualitas mutu produk kopi biji salak di UD. Halwa Indoraya menggunakan metode Quality Fuction Deployment (QFD) adalah untuk memenuhi keinginan konsumen serta meningkatkan mutu dari kopi biji salak Kunara sehingga bisa lebih bersaing di khalayak masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut mutu yang perlu dilakukan perbaikan berdasarkan nilai skala kenaikan (improvement ratio) adalah atribut mutu dengan skala kenaikan tertinggi dan dengan nilai skala kenaikan lebih dari 1 yaitu pada atribut mutu warna dengan nilai skala kenaikan 2. Selanjutya, pada atribut mutu aroma, tekstur, kemasan tidak mudah rusak dan informasi produk juga dinilai perlu dilakukan perbaikan dengan nilai skala kenaikan 1,3. Sedangkan respon teknis yang perlu diutamakan dilakukan perbaikan berdasarkan nilai bobot respon teknis adalah pada respon teknis pengovenan dengan nilai bobot respon teknis 6,31. Respon teknis pengovenan memiliki nilai tertinggi bobot respon teknis dan menempati prioritas pertama. Dengan ini, dapat disarankan untuk ditindaklanjuti ke UD. Halwa Indoraya untuk dilakukannya perbaikan dalam meningkatkan kualitas dari produk kopi biji salak.