Abstract :
Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan (2018) di Indonesia angka kejadian penyakit
degeneratif semakin meningkat yaitu Prevalensi stroke dari 7% menjadi 10,9%,
diabetes melitus dari 6,9% menjadi 1,5%, hipertensi dari 25,8% menjadi 34,1%,
dankanker naik dari 1,4? menjadi 1,8%.Penelitian ini bertujuan mengkaji
pembuatan marshmallow dengan penambahan jambu biji merah sebagai alternatif
makanan selingan sumber antioksidan. Rancangan yang digunakan yaitu
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 formulasi yaitu 10%:100%,
20%:90%, 30%:80%, 40%:70%, 50%:60%,dan 60%:50% dengan pengulangan
sebanyak 4 kali. Berdasarkan hasil penelitian, kadar antioksidan pada produk
marshmallow jambu biji merah pada perlakuan P1 dengan proporsi yaitu 10%
jambu merah :100% gula pasir sebesar 56,58 ppm sedangkan uji fisik kekenyalan
paling tinggi yaitu pada perlakuan P2 dengan proporsi 20% jambu biji dan 90%
gula pasir sebesar 506,6 N.Marshmallow dengan proporsi yaitu 10% jambu merah
:100% gula pasir menghasilkan produk marshmallow terbaik dari hasil uji
organoleptik dengan nilai presentase terbesar rasa 46% (biasa), rasa 50% (suka),
aroma 67% (biasa), dan tekstur 58% (suka). Hasil uji kimia marshmallow dengan
perlakuan terbaik memiliki kadar protein 2,17 gram, lemak 0,92 gram, karbohidrat
27,22 gram,antioksidan 56,58 ppm,kadar air 68,08%,dan kadar abu 1,37% per 100
gram bahan. Untuk satu kali konsumsi dianjurkan untuk mengkonsumsi 175 gram
marshmallow dengan kandungan energi 220,22 kkal, protein 3,80 gram, lemak
1,61 gram, karbohidrat 47,64 gram, dan kandungan antioksidan 99,01 ppm.
Kata Kunci : Marshmallow, Antioksidan,Jambu Biji Merah, Penyakit Degeneratif,
Makanan Selingan