DETAIL DOCUMENT
Analisis Usaha Budidaya Jamur Tiram Di Desa Gebang Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Jember
Author
Saputro, Dwi Agus
Subject
571 - Manajemen 
Datestamp
2021-12-27 07:37:45 
Abstract :
Tugas akhir ini dilakukan di Desa Gebang Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso selama kurang lebih 3 bulan dimulai pada tanggal 14 Februari 2020 sampai dengan 08 Mei 2020. Jamur tiram juga disebut sebagai jamur kayu yang dapat tumbuh pada media baglog. Proses budidayanya tidak memerlukan tempat yang sangat luas karena menggunakan rak jamur yang bertingkat dan bahannya terbuat dari bambu atau kayu dan tidak memerlukan perlakuan khusus dalam perawatan, hanya saja sering dilakukan pengecekan setiap hari agar suhu tetap terjaga dan jamur tiram dapat tumbuh maksimal. Tujuan budidaya jamur tiram yaitu untuk melakukan proses budidaya jamur tiram, menganalisis usaha jamur tiram dan melakukan pemasaran jamur tiram. Alur budidaya jamur tiram meliputi persiapan kumbung, penataan baglog, penyiraman atau penyemprotan, pemberian nutrsi, pengendalian hama, pemanenan, penimbangan, pengemasan dan pemasaran. Metode analisis yang digunakan adalah Break Event Point (BEP), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), dan Return on Investment (ROI). Hasil analisis didapatkan BEP (produksi) sebanyak 159 kemasan dari jumlah produksi sebanyak 280 kemasan, BEP (harga) sebesar Rp.3.966 per kemasan sedangkan harga jual yaitu Rp.7.000 per kemasan, R/C ratio sebesar 1,76 dan ROI sebesar 44,87%. Maka usaha budidaya jamur tiram layak untuk diusahakan dan dapat dikatakan menguntungkan. 
Institution Info

Politeknik Negeri Jember