Abstract :
Perkembangan pada industri kecil kali ini terlihat cukup pesat. Tapi hal tersebut
tidak terlepas dari kendala umum yang ada. Kebanyakan dari permasalahan yang
ada adalah industri kecil lebih memprioritaskan pada permasalahan modal,
pemasaran dan manajemen, sedangkan masalah yang berkaitan dengan tenaga
kerja, sistem kerja, lingkungan dan fasilitas kerja sering kali diabaikan. UD Mekar
Jaya adalah salah satu dari banyak industri kecil yang berada di kecamatan
rambipuji, Jember. Perusahaan ini sudah cukup lama bergerak dalam usaha
pembuatan tahu, tetapi mereka tidak menjual tahu dalam keadaan mentah
melainkan sudah dalam bentuk gorengan. Dalam proses penggorengan tahu terdiri
dari dua bentuk pengolahan penggorengan tahu. Yang pertama adalah tahu harus
digoreng kedalam wajan dengan api yang tidak terlalu panas untuk
menghilangkan kadar air yang berlebih, kedua adalah wajan dengan api yang
sangat panas untuk mematangkan tahu menjadi bentuk yang kering.
Ketidakergonomisan terlihat dari posisi antara wajan penggorengan tahu dengan
api yang cukup panas dan wajan penggorengan tahu dengan menggunakan api
yang panas terletak horizontal berdekatan namun terpisah oleh tungku
pembakaran yang menjorok kedepan sehingga menghalangi jalan, dan pekerja
kesulitan untuk berpindah tempat. Dari analisis hal-hal yang dikatakan tidak
ergonomis dalam stasiun penggorengan dan tinjauan ENASE, keduanya bertujuan
untuk meningkatkan produktivitas dengan merancang sistem kerja yang
ergonomis.
Adapun perumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana rancangan
perbaikan sistem kerja yang ergonomis untuk pekerja UD. Mekar Jaya di stasiun
kerja bagian penggorengan tahu. (2) Bagaimana produktivitas pekerja bagian
penggorengan tahu UD. Mekar Jaya setelah dilakukan perancangan.