Abstract :
Produksi Dan Pemasaran Kue Kecipir Substitusi Pisang Tanduk (Musa
paradisiaca), Dhevi Ayu Sefitian Sari, NIM B32170283, Tahun 2020, 75
halaman, Teknologi Industri Pangan, Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri
Jember, Mulia W. Aprliyanti, S.TP.,MP.
Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan hasil pertanian yang
beraneka ragam diantarannya tanaman pangan yang dapat memenuhi kebutuhan
masyarakat sehari-hari. Buah dapat dikonsumsi secara langsung maupun
dimanfaatkan untuk diolah menjadi camilan dan minuman yang sehat dan bergizi
seperti sari buah, dan aneka campuran olahan kue yang sangat digemari oleh
masyarakat Indonesia. Kue kecipir pisang tanduk ini memiliki beberapa
kunggulan yaitu, memiliki umur simpan yang lebih lama, perpaduan rasa yang
cocok yaitu rasa kue kecipir agak manis dan pisang tanduk yang memiliki rasa
sedikit asam sehingga cocok untuk dijadikan camilan begizi untuk semua
kalangan.
Tujuan dari pelaksanaan Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini untuk
mengetahui teknik pembuatan dari kue kecipir pisang tanduk yang optimal dan
dapat diterima konsumen, memproduksi dan menganalisis kelayakan dari usaha
kue kecipir pisang tanduk. Hasil dari pelaksanaan Proyek Usaha Mandiri (PUM)
ini Pada proses produksi kue kecipir pisang tanduk terdiri atas beberapa tahap
yaitu meliputi, persiapan bahan baku, pengupasan pisang, penghalusan,
pencampuran bahan, pencetakan, penggorengan, pengemasan, pelabelan dan
pemasaran. Pembuatan kue kecipir pisang tanduk terdiri dari pisang tanduk,
tepung ketan, tepung tapioka, margarin, telur, vanili, santan cair, gula, garam.
Proyek Usaha Mandiri (PUM) Kue Kecipir Pisang Tanduk ini layak untuk
dijadikan sebagai peluang usaha baru dengan Total biaya produksi Rp 805.761
dengan total pendapatan Rp 1.050.00 dan mendapat keuntungan bersih sebesar Rp
244.239 dengan laju keuntngan 30,31% dan R/C ratio 1,30. Pemasaran kue
kecipir pisang taduk dilakukan dengan metode konvensional, kerena metode
konvensional lebih efektif di bandingan dengan media online.