Abstract :
Cookies merupakan salah satu jenis makanan ringan yang memiliki kadar
air kurang dari 4 % dan terbuat dari tepung gula dan lemak. Cookies adalah kue
manis yang berukuran kecil-kecil yang dibuat dari bahan dasar tepung terigu dan
tambahan lain (lemak, telur, dll) yang membentuk suatu formula adonan. Adonan
dimasak dengan cara dipanggang sehingga memiliki sifat dan struktur tertentu.
Penambahan white coffee dan bubuk jahe pada pembuatan cookies ini diharapkan
dapat menghasilkan cookies dengan citarasa yang khas dan unik yang dapat
diterima oleh konsumen. Produksi cookies dengan penambahan white coffee dan
bubuk jahe ini belum ada dipasaran, sehingga berpeluang besar untuk diproduksi
dan dipasarkan dimasyarakat. Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini bertujuan untuk
mengetahui cara memproduksi cookies dengan penambahan white coffee dan
bubuk jahe, mengetahui cara memasarkan cookies dengan penambahan white
coffee dan bubuk jahe dan mengetahui analisa usaha pada proses usaha produksi
cookies dengan penambahan white coffee dan bubuk jahe.
Metodologi dalam produksi cookies dengan penambahan white coffee dan
bubuk jahe ini meliputi pra produksi dan produksi selama 15 kali. Proses
produksinya meliputi penimbangan bahan, pencampuran I, pencampuran II,
pencetakan, pengovenan, pendinginan, pengemasan dan pelabelan. Produksi
cookies direncanakan menghasilkan sebanyak 75 kemasan dengan harga jual Rp
22.000 per kemasan 200 gram.
Proses produksi cookies dengan penambahan white coffee dan bubuk jahe
meliputi beberapa tahap proses yaitu penimbangan bahan sesuai formula yang ix
telah ditentukan, pencampuran I (gula, margarin, telur) hingga gula tercampur
rata, pencampuran II (bahan lainnya seperti tepung terigu, white coffee, jahe, susu
bubuk) hingga homogen, pencetakan secara manual menggunakan garpu dengan
berat 8 gram, pengovenan pada suhu 160?C selama 20 menit, pendinginan,
pengemasan dan pelabelan. Produk cookies dengan penambahan white coffee dan
bubuk jahe menghasilkan warna kuning kecoklatan, aroma khas white coffee dan
jahe, rasa manis yang cukup, tekstur yang renyah dan kenampakan yang seragam.
Produk cookies dengan penambahan white coffee dan bubuk jahe selama
15 kali produksi menggunakan 7.500 gram tepung terigu, 4500 gram margarin, 90
butir telur, 300 gram susu, 2100 gram gula, 600 gram white coffee, 150 gram jahe,
240 gram trimit. Berat adonan 14.729 gram, produk jadi 14.693 gram , produk
rusak 260 gram sehingga menghasilkan 75 kemasan berisi 200 gram dengan harga
Rp 22.000 per kemasan. Total biaya produksi cookies dengan penambahan white
coffee dan bubuk jahe Rp 1.360.105, keuntungan Rp 289.895, laju keuntungan
21%, dan B/C Ratio >1 maka dapat dikatakan usaha cookies dengan penambahan
white coffee dan bubuk jahe layak dijalankan. Metode pemasaran yang digunakan
adalah metode pemasaran secara langsung dan tidak langsung. Pemasaran secara
langsung dilakukan dengan menawarkan langsung kepada konsumen tanpa
melalui perantara. Pemasaran secara tidak langsung dilakukan melalui media
online. Proses penjualan secara tidak langsung 38,5% dan media online 61,5%.