DETAIL DOCUMENT
Analisa Hubungan Pola Pembasahan Pada Pemberian Air Irgasi Tetes
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Jember
Author
Ubeidillah, Achmad
Subject
183 - Ekonomi Pertanian 
Datestamp
2022-01-12 06:31:58 
Abstract :
Air merupakan kebutuhan primer mahkluk hidup, dimana air digunakan untuk konsumsi, mandi, mencuci, irigasi dll. Pada tanaman, air berperan penting untuk kelangsungan hidupnya, namun kebutuhan air pada tanaman tidak dapat dilakukan setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan adanya proses evaporasi pada air, sehingga kebutuhan air irigasi pada tanaman akan berkurang. Pemberian air secara genangan, alur dan pemberian air permukaan tidak dapat dilakukan karena keberadaan air yang terbatas dari sumber mata air sehingga diperlukan sistem pemberian yang lebih efisien dan efektif. Salah satu tekniknya dengan pemberian air irigasi tetes. Pemberian air irigasi tetes kurang efisien apabila pemberian airnya berlebihan ataupun kekurangan, sehingga perlu Analisa pola pembasahan tanah dengan judul Tugas Akhir (TA) Analisa Hubungan Pola Pembasahan Pada Pemberian Air Irigasi Tetes. Dilaksanakan pada bulan September sampai November 2013 di Laborarium Tata Air (TTA) Politeknik Negeri Jember. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengambil contoh tanah dari daerah Jember yang memiliki perbedaan jenis tanah. Sehingga didapat lokasi pengambilan tanah, yaitu kecamatan Panti, Ajung dan Gumuk Emas. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan tanah Panti mempunyai kandungan pasir 62.05 liat 16.46 dan debu 21.49 yang bertekstur pasir berlempung, tanah Ajung mempunyai kandungan pasir pasir 72.44, liat 10.13 dan debu 17.44 yang bertekstur lempung berpasir dan Gumuk Emas mempunyai kandungan pasir 62.05 liat 16.46 dan debu 21.49 yang bertekstur pasir berlempung. Dari ketiga jenis tanah diatas, tanah yang mempunyai pola pembasahan lebih vertikal adalah tanah Ajung, selanjutnya tanah yang mempunyai pola pembasahan lebih vertikal adalah Panti. Pola pembasahan yang lebih horisontal adalah tanah Gumuk Emas, selanjutnya adalah tanah Panti. Dapat disimpulkan bahwa tanah yang bertekstur kasar pola pembasahannya cenderung kedalam (vertikal) sedangkan tanah yang bertekstur halus pola pembasahannya lebih cenderung melebar (horizontal). 
Institution Info

Politeknik Negeri Jember