Abstract :
Produksi dan Pemasaran Risoles Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus),
Rizki Wildan Reynaldi, NIM B32170540, Tahun 2020, 96 hlm., Teknologi
Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Anna Mardiana Handayani, S.TP, M.Sc
(Pembimbing I).
Indonesia memiliki berbagai jenis makanan tradisional yang tersebar di
setiap daerah dan memiliki ciri khasnya masing - masing mulai dari nasi, sayuran,
lauk, hingga jajanan tradisional. Jajanan tradisional sendiri terdiri dari berbagai
jenis dan bentuk diantaranya gethuk, klepon, wingko, lumpia, cenil dan risoles.
Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) adalah salah satu jenis ikan
konsumsi air tawar yang disukai berbagai kalangan masyarakat. Ikan mujair
memiliki kandungan gizi yang tinggi. Meskipun memiliki kandungan gizi yang
besar namun pemanfaatan ikan mujair masih tergolong sedikit. Oleh karena
kandungan gizinya yang tinggi dan kurangnya pemanfaatan ikan mujair maka
perlu dilakukan suatu inovasi, salah satunya dengan pembuatan produk risoles
ikan mujair.
Metodologi yang digunakan dalam proses produksi risoles ikan mujair
meliputi pra produksi dan produksi. Proses produksi risoles ikan mujair dimulai
dari persiapan bahan dan alat, penimbangan bahan, pembersihan dan pencucian
bahan, pembuatan isi risoles, pembuatan kulit risoles, pengisian, pelapisan,
penggorengan, pendinginan, dan terakhir pengemasan.
Untuk menghasilkan risoles ikan mujair yang baik dilakukan proses
pengawasan mutu bahan baku dan pengawasan proses produksi selama 15 kali
produksi. Risoles ikan mujair menghasilkan 495 kemasan yang dijual selama 15
kali produksi dengan harga Rp. 3.500 per kemasan. Pemasaran risoles ikan mujair lebih baik dilakukan secara lagsung dan secara kerja sama dengan pemilik warung. Keuntungan yang didapat sebesar Rp. 297.930 dengan laju keuntungan
sebesar 20,7 % dari penjualan risoles ikan mujair. Usaha risoles ikan mujair layak untuk dijalankan karena mengacu dari B / C ratio sebedar 1,20 dimana jika B / C
ratio > 1 maka usaha tersebut layak sebagai usaha