Abstract :
Riza Eka Mardiana, 2014. Pengaruh Ekstrak Buah Jambu Biji Merah (Psidium guajava L) Terhadap Kadar Asam Urat Darah Pada Mencin (Mus musculus) balb/c Hiperurisemia; Komisi Pembimbing : Ir. Rindiani, MP., Devi Ermawati S. Gz., M. Gizi., Agustina Endah W., S.Sos., M.Kes.
Asam urat dalam darah dapat diekskresi melalui urin dengan konsumsi vitamin C sehingga kadar asam urat dalam darah menurun. Ekstrak buah jambu biji merah merupakan buah yang mengandung vitamin C 98,86 mg/100 g.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah jambu biji merah terhadap kadar asam urat darah mencit galur balb/c yang diinduksi dengan kalium oksonat 6 mg/20g BB. Sebanyak 24 ekor mencit dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol hiperurisemia diberi induksi kalium oksonat 6 mg/20g BB secara intraperitonial. Kelompok P1, P2 dan P3 adalah kelompok perlakuan yang diberi ekstrak buah jambu biji merah dengan dosis berturut-turut 0,63 g/20g BB, 0,79 g/20g, dan 0,95 g/20g/hari secara per oral serta diinduksi kalium oksonat 6 mg/20g BB secara intraperitonial. Darah mencit diambil melalui vena opthalmicus, direaksikan dengan reagen uric acid dan diukur menggunakan spektrofotometer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah jambu biji merah dapat menurunkan kadar asam urat darah pada mencit yang diinduksi kalium oksonat 6 mg/20g BB. Dosis optimal yang dapat menurunkan kadar asam urat darah mencapai normal adalah dosis 0,95 g/20g/hari yaitu dari 3,59 mg/dl menjadi 0,86 mg/dl.
Keyword : Asam Urat Darah, Hiperurisemia, Jambu Biji Merah