Abstract :
Eli Ratih Purwati, B4110245. Jurusan Kesehatan Program Studi Gizi Klinik. PENGARUH PETERSELI (Petroselinum crispum) TERHADAP KADAR ASAM URAT DARAH PADA MENCIT (Balb- C) HIPERURISEMIA. Komisi Pembimbing, Ketua: Ir. Rindiani, M.P, Anggota: Dahlia Indah Amareta, SKM., M.Gizi
LATAR BELAKANG: Asam urat telah dikenal sejak abad V sebelum masehi dan dari waktu ke waktu jumlah penderita asam urat cenderung meningkat. Penelitian di Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa penderita penyakit asam urat menyerang 10% penduduk laki ? laki dan 4% penduduk perempuan. Peterseli memiliki sifat diuretik (peluruh kencing) sehingga dapat membantu menggelontor asam urat dari tubuh. Kandungan vitamin C di dalam peterseli diduga mampu untuk menurunkan kadar asam urat darah. Sebuah observasi di Amerika menemukan bahwa vitamin C yang dikonsumsi menurunkan resiko terkena hiperurisemia hingga 17 persen Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian peterseli terhadap kadar asam urat darah mencit (Balb- C) hiperurisemia
METODOLOGI PENELITIAN: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan pre and post test controlled group design yang dilaksanakan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Negeri Jember. 30 ekor mencit dibagi secara acak menjadi lima kelompok perlakuan yaitu kontrol positif, P1, P2, P3 dan obat. Penelitian dilakukan selama 28 hari, sebelumnya selama seminggu diadaptasi terlebih dahulu dengan pakan standar.
HASIL: Hasil penelitian didapatkan pada pre test diperoleh hasil uji statistik sebesar p = 0,165 yang menunjukkan bahwa p > 0,05, sedangkan pada post test diperoleh p= 0,003 yang menunjukkan bahwa p < 0,05. Pada uji statistik paired t-tes untuk masing-masing perlakuan yaitu pada kontrol positif didapatkan t-test Sig. (2-tailed) 0,000 yang nilainya < 0,05; pada perlakuan peterseli dengan dosis 0,14 gr/hari didapatkan t-test Sig. (2-tailed) 0,000 yang nilainya < 0,05; pada perlakuan peterseli dengan dosis 0,34 gr/hari didapatkan t-test Sig. (2-tailed) 0,000 yang nilainya < 0,05; pada perlakuan peterseli dengan dosis 0,5 gr/hari didapatkan t-test Sig. (2-tailed) 0,002 dan pada perlakuan obat urikosurik probenesid didapatkan t-test Sig. (2-tailed) 0,000. Untuk prosentase penurunan kadar asam urat darah yaitu, penurunan mengkonsumsi peterseli dengan dosis 0,14 gr/hari sebesar 44,9%; penurunan mengkonsumsi peterseli dengan dosis 0,34 gr/hari sebesar 49,2%, penurunan mengkonsumsi peterseli dengan dosis 0,5 gr/hari sebesar 51,1%, dan mengkonsumsi obat urikosurik (probenesid) ini kadar asam urat dapat turun sebesar 46,7 %.
KESIMPULAN: Pemberian peterseli lebih efektif dalam menurunkan kadar asam urat darah dibandingkan dengan obat urikosurik (probenesid).
Kata Kunci: Peterseli, Kadar Asam Urat Darah dan Probenesid