Abstract :
Analisis usaha di sosis tempe di Desa Pantenan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik dilaksanakan selama 6 (enam) bulan dimulai dari bulan 01 Desember 2019 sampai bulan 01 Mei 2020 yang bertujuan untuk melaksanakan proses produksi sosis tempe, menghitung kelayakan usaha sosis tempe menggunakan metode BEP, R/C Ratio, ROI dan melakukan pemasaran yang efektif untuk usaha sosis tempe. Inovasi produk dilakukan dengan mengganti bahan utama dalam pembuatan sosis yaitu daging menjadi tempe dengan melalui 11 tahapan proses produksi ,yaitu persiapan alat dan bahan, penimbangan bahan, pengupasan dan pencucian bawang putih,pemotongan dan penghalusan tempe, pencampuran bahan, pencetakan adonan, perebusan dan penirisan sosis, pendinginan sosis, pemotongan sosis, penimbangan sosis, pengemasan dan pelabelan. Produksi sosis tempe ini dilakukan sebanyak 5 kali dimana setiap satu kali produksi membutuhkan waktu 3 jam dengan 1 orang tenaga kerja menggunakan alat dan bahan yang mudah didapat. Kegiatan produksi ini dapat menghasilkan 70 bungkus sosis tempe dengan berat 100 gram yang dijual dengan harga Rp 5.000,00 per kemasan dan keuntungan usaha yang didapat adalah Rp 139.812,76 dalam sekali produksi. Berdasarkan analisis usaha diperoleh BEP (produksi) 42 unit lebih kecil dari jumlah produksi yaitu 70 unit dan BEP (harga) Rp 3.002,67 lebih kecil dibandingkan dengan harga jual yang sudah ditetapkan yaitu Rp 5.000,00, nilai R/C Ratio sebesar 1,66 dan ROI sebesar 5,4 %. Berdasarkan ketiga analisis di atas maka Analisis usaha sosis tempe di Desa Pantenan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan.