Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase keberhasilan sambung dini bibit tanaman kakao varietas bulk dengan kakao varietas edel yang dilakukan penanaman pada media pasir dan pupuk organik. Pada metode sambung dini tanaman kakao bulk dengan edel ini mempunyai salah satu kelemahan, yakni adanya ketidak cocokan antara batang atas dan batang bawah. Ketidak cocokan pada sambung dini secara generative disebabkan oleh faktor pada penyambungan batang atas dan batang bawah tidak menempel yang menyebabkan tanaman gagal hidup, maka dari itu diperlukan tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang penyambungan agar tidak terjadi kegagalan besar yang dapat menyebabkan kerugian yang besar.
Pada kegiatan tugas akhir ini menggunakan perhitungan uji t-test, dan menghasilkan presentase hidup sambung dini tanaman kakao pada media 2 : 1 (X) menunjukkan lebih tinggi hidup, yaitu mencapai 27%, dibandingkan dengan presentase hidup pada media 1 : 2 (Y), yaitu mencapai 19%. Parameter pengamatan tinggi bibit dan diameter batang menunjukkan berbeda tidak nyata (non signifikan)
Kata kunci : sambung dini, bibit kakao, kakao edel, kakao bulk