Abstract :
PT Traya Tirta Makassar (TTM) merupakan perusahaan swasta nasional yang berpengalaman dalam membangun, rehabilitasi, operasi dan maintenance Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau kerja sama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Pada kerja sama SPAM, TTM bermitra dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau sekarang berganti dengan nama menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia. Ruang lingkup kerja sama ini yaitu TTM berperan sebagai investor sekaligus membangun atau merehabilitasi serta mengelola IPA (sektor hulu), sedangkan Perumdam berperan menjual air yang telah diproduksi kepada masyarakat maupun industri (hilir). Jangka waktu dan ketentuan-ketentuan kerja sama ini diatur di dalam sebuah Perjanjian Kerja Sama (PKS), setelah berakhirnya masa kerja sama, aset yang telah dikelola oleh TTM akan diserahkan kembali ke Perumdam dalam keadaan baik. Di Indonesia terdapat dua skema dalam kerja sama ini, yaitu skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan skema Business to Business (B to B). Pada penelitian ini penulis akan menganalisis strategi TTM, apakah akan menggunakan skema kerja sama KPBU ataukah skema B to B, serta keuntungan dan kerugiannya.