Abstract :
Anak-anak membutuhkan bacaan yang memiliki pesan moral yang baik dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengeksplorasi imajinasi dan dunia kanak-kanak mereka. Dewasa ini, telah banyak buku-buku terjemahan dari berbagai latar belahan dunia. Buku cerita anak terjemahan haruslah bersifat komunikatif sehingga mudah dipahami dan menarik perhatian anak, serta memberikan pengalaman menyenangkan saat membaca. Namun seringkali terdapat kendala dalam penerjemahan, salah satunya adalah penerjemahan budaya. Untuk itu perlu adanya strategi yang tepat untuk menerjemahkan istilah budaya tersebut, terutama buku cerita untuk anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerjemahan istilah budaya yang ditemukan pada empat buku cerita anak terpilih dari perpustakaan digital Let?s Read Asia ? The Asia Foundation agar dapat menjadi bahan pertimbangan bagi penerjemah untuk menerjemahkan istilah serupa. Istilah-istilah budaya tersebut digolongkan sesuai dengan lima kategori kata budaya menurut Newmark (1988), kemudian diidentifikasi strategi penerjemahannya. Penulis mengacu pada teori strategi penerjemahan budaya dari beberapa ahli seperti Newmark (1988), Baker (1992), dan Hoed (2006) yang beberapa diantara strateginya memiliki kemiripan satu sama lain.