Abstract :
Penelitian ini berangkat dari latar belakang pada materi alat indera manusia, siswa kurang bersemangat dan kurang aktif dalam mengikuti pelajaran, Sering ngobrol hal lain bersama teman sebangku dan tidak memperhatikan guru saat guru menerangkan materi pembelajaran IPAS. Apabila siswa dikelompokkan cenderung pasif dan satu dua anggota kelomok saja yang dominan. Hal ini membuat suasana belajar tidak begitu menyenangkan bagi siswa sehingga hasil belajar dan kemampuan siswa menjadi rendah. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI yang berjumlah 26 siswa. Data yang diperoleh menggunakan teknik observasi dan tes, di mana analisis data menggunakan analisis data kualitatif deskriptif dan analisis data kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Problem Solving dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa yang merupakan dampak dari aktifitas dan keaktifan belajar siswa yang semakin meningkat pada mata pelajaran IPAS materi Alat Indera Manusia. Pada Siklus I, persentase ketuntasan hanya 53,86% sedangkan pada Siklus II mengalami peningkatan menjadi 88,46% (peningkatan sebesar 35%) dimana model pembelajaran Problem Solving ini dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa.