Abstract :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan program literasi sekolah (PLS) untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis siswa. Hal tersebut diperkuat oleh gerakan penumbuhan budi pekerti dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Gerakan literasi sekolah di jenjang SD dalam tahap pembiasaan yaitu membaca 15 menit buku sebelum waktu belajar dimulai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai terhadap nilai siswa laki ? laki dan siswa perempuan kelas 4 SD di UPTD SD Negeri 04 Pangkalan Pasca Covid-19. Pendekatan yang gunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitaif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa laki ? laki dan siswa perempuan kelas 4 SD yang berjumlah 17 siswa. Dalam penelitian ini peneliti mendapatkan informasi dari guru wali kelas 4 SD UPTD SD Negeri 04 Pangkalan, instrument pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dengan program membaca 15 sebelum pembelajaran dimulai sangat berperan penting dalam kelancaran membaca dan menulis siswa yang tujuan akhirnya meningkatnya hasil belajar siswa. Saat Pandemi Covid-19 siswa cenderung malas membaca dan literasinya sangat kurang saat pandemic. Hal tersebut membuat banyak siswa yang kurang lancar membaca. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai membantu siswa dalam lancar membaca dan menulis yang membuahkan hasil meningkatnya nilai atau hasil belajar siswa.