Abstract :
Hasil belajar matematika siswa di Indonesia masih tergolong rendah, baik ditingkat nasional maupun internasinal. Hal ini disebabkan karena dalam proses pembelajaran guru masih menggunakan pendekatan teacher-centered. Sehingga siswa tidak optimal dalam mengembangkan pengetahuannya. Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan rendahnya hasil belajar siswa pada pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan. Dari hasil observasi di kelas ditemukan fakta bahwa masih banyak siswa yang belum berpartisipasi dalam pembelajaran sehingga sulit memahami dan menyelesaikan tes belajar. Kondisi inilah yang melatar belakangi peneliti untuk melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian dengan menerapkan model Kompetisi Aktif Menyenangkan untuk mendorong siswa agar berpikir aktif dan bekerja sama dengan temannya. Prosedur penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dengan dua siklus pelaksanaan perbaikan diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Subjek penelitian berjumlah 15 orang terdiri dari 6 perempuan dan 9 laki-laki. Data penelitian ini diperoleh melalui hasil tes dan pengamatan, sementara dalam menganalisis data peneliti menggunakan rumus mencari rata-rata ketuntasan siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari 53,3% pada siklus I menjadi 86,6 % pada siklus II. kesimpulannya pengunaan model KAM berhasil meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN 91/V Pulau Pauh.