Abstract :
Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia dianggap memiliki tingkat minat baca yang rendah, sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkannya. Tulisan ini mencoba menganalisis dan memahami bagaimana upaya-upaya yang dilakukan baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam konteks eksternal, seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Metodologi tulisan ini menggunakan pendekatan studi pustaka, yaitu teknik penelitian kualitatif yang mengambil informasi dari buku dan jurnal dalam bidang ilmu pengetahuan. Untuk melakukan penelitian, informasi yang berkaitan dengan subjek atau masalah yang sedang dipelajari harus dikumpulkan, diolah, dan dibuat kesimpulan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa (1) dari lingkup keluarga dan TBM sudah berupaya untuk membina minat baca masyarakat melalui berbagai kegiatan diantaranya menyediakan sarana dan prasarana, melengkapi koleksi bahan bacaan, mengadakan berbagai program literasi untuk pengunjung anak-anak, remaja dan orang tua, penataan ruangan yang nyaman, pemberian reward atau penghargaan kepada pengunjung; dan menyediakan Sumber Daya Manusia yang bermutu dan berdedikasi mengelola TBM. (2) terdapat pula kendala yang dialami seperti: rasa malas dan bosan dari diri masyarakat, fasilitas yang terbatas, kurangnya fasilitas permainan anak, kurangnya tenaga pengelola TBM, dan kurangnya potensi yang dimiliki tenaga pengelola TBM. Sehingga kedepannya dengan penulisan ini diharapkan TBM mampu terus berupaya menumbuhkan semangat membaca dan belajar serta mampu menjadikan budaya membaca sebagai budaya masyarakat.