Abstract :
ABSTRAKHasil penelitian pembelajaran IPA materi pengaruh gaya terhadap gerak benda di kelas IV SDIT DAAR EL-KHAER menunjukan bahwa masih banyak yang belum mencapai KKM, terlihat pada haasil pembelajaran pra siklus sebelum menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) hasil belajar banyak yang tidak tuntas sesuai capaian pembelajaran. Peneliti akhirnya mencoba untuk menerapkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada kompetensi dasar menghubungkan gaya dengan gerak pada peristiwa lingkungan sekitar,menyajikan hasil percobaan tentang hubungan antara gaya dan gerak. Diperoleh hasil yang meningkat dari siklus pertama dan siklus kedua. Persentase ketuntasan peserta didik kelas IV SDIT DAAR EL-KHAER pada siklus I dan II menggunakan model pembelajaran PBL masing- masing siklus menunjukkan peningkatan. Pada siklus I terjadi peningkatan persentase minat belajar siswa mencapai 42% atau ada 15 siswa yang telah minat dalam pembelajaran IPA materi pengaruh gaya terhadap gerak benda dari 36 siswa selama pembelajaran. Sejalan dengan minat belajar siswa, hasil belajar siswa pun lebih meningkat. Ketuntasan belajar siswa mencapai sekitar 44% yaitu 16 s iswa sudah mendapatkan nilai lebih atau sama dengan 70 dan 20 siswa lainnya masih mendapat nilai di bawah 70. Pada siklus kedua, pembelajaran dipersiapkan lebih maksimal dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning. Pembelajaran diarahkan dengan mengedepankan interaksi antarsiswa. Hasil pembelajaran pada siklus II menunjukan peningkatan minat belajar siswa sebesar mencapai 97% meskipun 1 siswa masih terlihat pasif dalam mengikuti pembelajaran. Sementara peningkatan hasil belajar tercatat 33 siswa telah mendapatkan nilai lebih atau sama dengan 70. Hasil tersebut menunjukkan bahwa 92% siswa kelas IV telah mencapai ketuntasan belajar meskipun masih ada 3 siswa yang belum mencapai KKM. Berdasarkan hal tersebut maka pembelajaran pada siklus II ini dinyatakan berhasil oleh peneliti karena telah mencapai bahkan melebihi target minimal ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh peneliti yaitu minimal 85%.