Abstract :
Penelitian ini diawali dari hasil belajar matematika siswa kelas 1 SD Negeri 008 Banjar Nan Tigo yang masihsangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matamatika pada pokok bahasan operasipenjumlahan pecahan dan operasi hitung campuran. Dari analisis data terjadi peningkatan baik dari aktivitasguru, aktivitas siswa, maupun hasil belajar siswa, yaitu aktivitas guru pada pertemuan I siklus I persentasenyaadalah 66.67% (cukup) dan pada pertemuan 2 meningkat 4.16% menjadi 70.83% (baik). Pada siklus IIpertemuan 3 meningkat 12.5% dari 83.33% (sangat baik) menjadi 91.67% (amat baik). Dilihat dari aktivitassiswa juga meningkat dari pada pertemuan I siklus I adalah 62.5% (cukup) dan pada pertemuan 2 meningkat4.17% menjadi 66.67% (cukup). Pada siklus II pertemuan 3 meningkat 12.49% dari 66.67% (cukup) menjadi79.16% (baik) dan pada pertemuan 4 meningkat 8.34% dari 79.16% (baik) menjadi 87.5% (sangat baik). Ratarata skor dasar 55.5 meningkat menjadi 70.35 pada siklus I besar peningkatannya 14.5 poin kemudian padasiklus II meningkat menjadi 80.12 pada sikus II besar peningkatannya 9.77 poin. Dari analisis data terjadipeningkatan baik dari aktivitas guru, aktivitas siswa, maupun hasil belajar siswa. Ini dapat disimpulkan bahwapeneraan model pembelajaran berdasarkan masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VSD 008 Banjar Nan Tigo.