Abstract :
Siswa kelas II SD Yapita kesulitan mengembangkan kemampuan menulis deskriptif di kelas Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk lebih memahami bagaimana model pembelajaran TPS dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia anak kelas dua di SD Yapita Surabaya. Pendekatan penelitian tindakan kelas dua siklus, dua kali pertemuan digunakan untuk penelitian ini. Guru dan 32 siswa kelas dua dari SD Yapita Surabaya berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebagian besar siswa mengalami peningkatan nilai dari siklus sebelumnya. Rata-rata kelas keseluruhan adalah 64,64%, dengan 37,60% menunjukkan bukti penguasaan langsung. Ketuntasan belajar meningkat menjadi 40,63 persen pada pertemuan siklus I, dengan rata-rata prestasi kelas 68,15 persen. Persentase siswa yang menyelesaikan mata kuliah siklus pertama naik menjadi 50 persen pada pertemuan kedua, dengan rata-rata keseluruhan kelas sebesar 75,12 persen. Setelah kembali melonjak menjadi 100% pada pertemuan siklus 1 kedua, skor rata-rata untuk siklus tersebut adalah 85,5%. Pada pertemuan kedua siklus II persentase ketuntasan belajar akhirnya meningkat menjadi 100% dengan rata-rata 95%.