Abstract :
Sekolah dasar luar biasa sebagai salah satu lembaga pendidikan yang pada awalnya hadir dilator belakangi oleh kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Seiring dengan dinamika zaman, sekolah dasar luar biasa telah bergerak diberbagai wilayah masyarakat. Peran serta orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus kurang optimal, baik dari pemenuhan sarana fisik, peningkatan mutu pendidikan, dan sebagainya. Berdasarkan hal tersebut, maka ada dua permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu: pertama, bagaimana komunikasi non verbal anak berkebutuhan khusus di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) PGRI Tlanakan Pamekasan; kedua,Apa saja faktor-faktor yang mendukung dan menghambat komunikasi non verbal anak berkebutuhan khusus di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) PGRI Tlanakan Pamekasan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisisnya adalah checking dan organizing yaitu data yang diperoleh akan dianalisa dan digambar secara menyeluruh sesuai dengan fenomena yang terjadi di SDLB PGRI Tlanakan pamekasan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama,Komunikasi non verbal di SDLB PGRI Tlanakan mayoritas bahasa komunikasi mereka sedikit terganggu sehingga mereka sebagian menggunakan bahasa tubuh. Kedua,Faktor pendukung ialah banyak interaksi yang mereka dapat dilingkungan sekolahnya. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya kesadaran orangtua atau motivasi dari lingkungan disekitar rumahnya, sebagian orang tua ada yang merasa malu mempunyai anak yang seperti itu.