Abstract :
Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya pemahaman peserta didik terkait materi udara bersih bagi kesehatan karena metode dan media yang digunakan oleh guru masih kurang efektif. Masalah ini dilatarbelakangi oleh banyaknya peserta didik kelas V SD Islam Giri Arum Kusuma, Kec. Durenan Kab. Trenggalek yang mendapat nilai di bawah KKM pada pelajaran IPA materi udara bersih bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA materi Udara Bersih Bagi Kesehatan menggunakan model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Subjeknya peserta didik kelas V berjumlah 10, terdiri 4 laki-laki dan 6 perempuan. Pengamatan melalui lembar observasi dan hasil evaluasi. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan dimana pada siklus 1 terdapat 70% yang tuntas, namun belum mencapai indikator ketuntasan belajar, dan pada siklus II terdapat 90% yang sudah tuntas. Hasil ini sudah melebihi batas capaian indikator ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yaitu dengan KKM 66 dan prosentase ketuntasan secara klasikal sebesar 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA.