Abstract :
Observasi yang dilakukan di SDN Plosolor pada siswa Kelas V untuk materi penjumlahan dan pengurangan pecahan menunjukkan hasil belajar yang masih belum sesuai harapan guru. Upaya yang telah dilakukan guru dalam menjelaskan materi tersebut yaitu melalui ceramah serta penugasan. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga relatif kurang karena ketersediaan sarana dan prasarana berbasis teknologi yang masih minim. Sehingga guru memiliki inisiatif untuk menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media Pop-Up pada LKPD siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah penerapan model Problem Based Learning berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar matematika pada siswa Kelas V SDN Plosolor tahun ajaran 2022/2023. Terdiri dari dua siklus dengan rincian siklus pertama hanya menggunakan model Problem Based Learning, sedangkan siklus kedua menggunakan model Problem Based Learning berbantu media LKPD Pop-Up. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa secara keseluruhan sebesar 72,17%. Pada siklus II, terdapat peningkatan yang lebih signifikan sebesar 81,73%. Maka disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa Kelas V SDN Plosolor tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan media LKPD Pop-Up secara efektif dapat meningkatkan motivasi dan konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran, yang berdampak positif pada meningkatnya hasil belajar.