Abstract :
Menurut pengamatan yang dilakukan selama proses pembelajaran pada siswa kelas IV di SDN 5 Genteng Banyuwangi, guru yang menggunakan teknik konvesional dan kurangnya perhatian siswa harus disalahkan atas kesulitan dalam mempelajari matematika untuk penjumlahan bilangan bulat. Hanya 8 dari 19 murid, atau 48,5%, memiliki nilai yang memenuhi standar minimum sekolah (KKM) yaitu 70 , menjadikan mereka satu-satunya yang dapat dianggap lengkap secara individual., ini berarti hasil belajar siswa masih rendah. Peningkatan pembelajaran dikembangkan dengan menggunakan teknik demonstrasi dan diskusi untuk meningkatkan keberhasilan siswa. Dua putaran peningkatan pembelajaran selesai. 15 dari 19 siswa menyelesaikan kursus secara individual di siklus 1, atau 78,3% dari tingkat penyelesaian konvensional, sedangkan ada peningkatan yang cukup besar di siklus 2. Penggunaan pendekatan demonstrasi dan diskusi mengungkapkan peningkatan prestasi siswa, dengan 17 dari 19 siswa menyelesaikan secara mandiri, atau 92,7% dari tingkat ketuntasan klasikal. Untuk tujuan memaksimalkan pembelajaran siswa, sangat penting bahwa seorang guru melakukan tugas ini.