DETAIL DOCUMENT
PERAN MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI MEDIA BARU DALAM POLITIK PARTISIPATORIS KEWARGAAN: STUDI GERAKAN TAGAR #SEMUABISAKENA DI INDONESIA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Terbuka
Author
DODI SANJAYA
Subject
72 Ilmu Komunikasi-S1 
Datestamp
2023-12-07 07:43:20 
Abstract :
AbstrakPada Januari 2022, 204.7 juta orang terkoneksi ke internet, dengan persentase penetrasi internet mencapai sebanyak 73.7%, dan setidaknya 191.4 juta pengguna media sosial. TikTok merupakan salah satu media sosial yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia setelah Whatsapp, Instagram dan Facebook. Persentase pengguna TikTok sebesar 63,1% dengan persentase waktu penggunaan sebanyak 23,1 jam/bulan. Jumlah tersebut meningkat pesat daripada tahun sebelumnya, yakni dengan persentase 67%. Populernya media sosial TikTok telah menjadi media baru dan berkontribusi bagi pengembangan inovasi politik partisipatoris kewargaan dengan memberikan informasi atau sudut pandang tentang isu-isu politik yang seringkali tidak tersedia di media-media tradisional. Hal ini mengingat berita arus utama seringkali tidak berfungsi sebagai platform yang kondusif untuk mendorong partisipasi protes. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran dan pengaruh penggunaan media sosial TikTok sebagai media baru dalam politik partisipatoris kewargaan dalam mengangkat dan mendorong partisipasi protes masyarakat terhadap isu-isu ketidakadilan. Sebagai sebuah studi kasus, penelitian ini berupaya untuk melihat peran media sosial TikTok dalam gerakan #SemuaBisaKena di Indonesia.AbstractIn January 2022, 204.7 million people connected to the internet, with the internet penetration percentage reaching 73.7% and at least 191.4 million social media users. TikTok is one of the social media with the most widespread users in Indonesia after WhatsApp, Instagram, and Facebook. The percentage of TikTok users is 63.1% with the usage time percentage reaching 23.1 hours/month. That amount significantly increased compared to the previous year, which was 67%. The popularity of TikTok has already been a new media and contributed to the development of civic participatory politics innovation by giving information or perspective about political issues which are often unavailable in the traditional media. This is because mainstream news often does not serve as a conducive platform to encourage protest participation. Therefore, the purpose of this research is to describe the role and influence of the use of TikTok as a new media in civic participatory politics in raising and encouraging public protest participation against injustice issues. As a case study, this research strives to look at the role of TikTok in the #SemuaBisaKena movement in Indonesia. 

Institution Info

Universitas Terbuka