DETAIL DOCUMENT
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS HEMIPARESE DEXTRA POST CVA HEMORAGIC DENGAN MENGGUNAKAN INTERVENSI TERAPI LATIHAN
Total View This Week8
Institusion
Universitas Muhammadiyah Lamongan
Author
MAGFIROH, ANNISAAUL
Subject
RZ Other systems of medicine 
Datestamp
2021-09-23 02:55:36 
Abstract :
ABSTRAK PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS HEMIPARESE DEXTRA POST CVA HEMORAGIC DENGAN MENGGUNAKAN INTERVENSI TERAPI LATIHAN Latar Belakang : Cerebro Vascular Accident (CVA) atau Stroke adalah gangguan akut dari perfusi atau pembuluh darah otak. Cerebro Vascular Accident (CVA) adalah penyebab utama kecacatan orang dewasa di seluruh dunia. Oleh karena itu, penting untuk mengenali stroke sejak dini dan mengobatinya dengan cepat untuk mencegah atau meminimalkan morbiditas dan mortalitas. Berdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya, stroke dibagi menjadi 2 yaitu CVA hemoragic dan CVA Ischemic (Non Hemoragic). Masalah-masalah yang timbul akibat Stroke yaitu, adanya kelemahan otot pada bagian anggota gerak tubuh yang terkena, adanya gangguan keseimbangan, adanya gangguan postur, adanya gangguan pernafasan, adanya atrofi, adanya gangguan kemampuan fungsional.Permasalahan tersebut dapat ditangani oleh fisioterapis. Peran Fisioterapis pada penanganan post CVA hemoragic adalah memperbaiki permasalahan gerak yang terkait dengan fungsional pada kondisi CVA atau Stroke. Tujuan: Mengetahui penatalaksanaan Fisioterapi pada kasus Hemiparese Dextra Post CVA Hemoragic Dengan Menggunakan Intervensi Terapi Latihan (Free active movement, Resisted active movement, PNF dan Metode Bobath) Metode: Dalam kasus Hemiparese Dextra Post CVA Hemoragic menggunakan intervensi Terapi Latihan (Free active movement, Resisted active movement, PNF dan Metode Bobath) Hasil: Setelah dilakukan terapi selama 6 kali, didapatkan hasil nilai otot dengan MMT (Manual Muscle Testing) ada peningkatan pada regio Shoulder, Elbow, Wrist dan Ankle, pengukuran lingkup gerak sendi (LGS) dengan Range Of Motion (ROM) ada Peningkatan pada regio Shoulder, Elbow, Wrist dan Ankle,, nilai aktifitas fungsional dengan Indeks Barthel ada peningkatan. Kesimpulan: Terapi Latihan (Free Active Movement, Resisted Active Movement, PNF, dan Metode Bobath) dapat meningkatkan lingkup gerak sendi (LGS), meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan Activity Daily Living (ADL). Kata Kunci: Hemiparese post CVA (Cerebro Vascular Accident) dan Terapi Latihan (Free Active Movement, Resisted Active Movement, PNF, dan Metode Bobath). 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Lamongan