Abstract :
ABSTRAK
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi akibat berkembang biaknya
mikroorganisme di dalam saluran kemih. Penggunaan antibiotik merupakan
pilihan utama untuk pengobatan infeksi saluran kemih. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui gambaran rasionalitas penggunaan antibiotik pada
pasien ISK rawat jalan di RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Penggunaan antibiotik
yang tidak rasional akan meningkatkan resistensi antibiotik. Penelitian ini
menggunakan desain penelitian deskriptif retrospektif, populasi dalam penelitian
ini sebanyak 64 pasien dengan menggunakan teknik total sampling. Pengambilan
data dilakukan di instalasi Rekam Medik pada bulan Februari-Maret 2019. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa antibiotik yang digunakan pada pasien infeksi
saluran kemih adalah cefixime (56,25%), ciprofloxacine (14,06%), cefadroxile
(12,5%), ceftriaxone (9,4%), levofloksasin (4,69%), amoxicilline (3,1%),
antibiotik yang paling banyak digunakan adalah cefixime dan rasionalitas
antibiotik sebesar 96,88%. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan
meningkatkan kejadian resistensi. Untuk mengurangi resistensi antibiotik maka
penggunaan antibiotik harus digunakan secara rasional.
Kata kunci : Pola penggunaan antibiotik, ISK.