Abstract :
ABSTRAK
RIZQI AMILYA. 2017. Hubungan Antara Berat Badan Lahir Rendah
Dengan Terjadinya Asfiksia Di Ruang NICU RSUD Dr. R. Sosodoro
Djatikoesomo Bojonegoro. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan,
STIKES Muhammadiyah Lamongan. Pembimbing : (1) Ns., Virgianti Nur
Farida, M.Kep., (2) Ns., Farida Juanita, M.Kep.
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) memiliki risiko mengalami asfiksia
karena tubuh yang tidak stabil, dan upaya pernafasan yang tidak cukup untuk
kebutuhan ventilasi paru-paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan
antara BBLR dengan terjadinya Asfiksia di Ruang NICU RSUD Dr. R. Sosodoro
Djatikoesomo Bojonegoro.
Jenis penelitian ini adalah survey analitik, dengan menggunakan
pendekatan cross sectional yaitu pengukuran data variable independent dan
dependent hanya satu kali, pada satu saat. Populasinya adalah seluruh bayi yang
terdiagnosis BBLR, pada bulan Agustus sampai September 2017 sebanyak 35
bayi. Sampling yang digunakan adalah simple random sampling, data penelitian
ini diambil dengan observasi. Setelah itu ditabulasi dan dianalisis dengan
menggunakan uji statistik Spearman Rho dengan tingkat kemaknaan 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32 sampel, sebagian besar
BBLR adalah asfiksia sedang yaitu sebanyak 24 bayi (88,9%), BBLSR adalah
asfiksia berat yaitu 3 bayi (75,0%), dan BBLER adalah asfiksia berat yaitu 1 bayi
(100%). Derajat BBLR dengan asfiksia tingkat sedang adalah yang tertinggi
angka kejadiannya. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman rho didapatkan hasil
sig (2-tailed) 0,000, dengan nilai Correlation Coeffisient = 0,721, yang berarti
ada hubungan antara BBLR dengan kejadian asfiksia masuk dalam kategori kuat.
Melihat hasil penelitian ini maka tenaga kesehatan diharapkan lebih
waspada pada setiap proses kelahiran, karena semua kelahiran beresiko
mengalami persalinan, sebaiknya bidan atau perwat selalu mempersiapkan
tindakan pertolongan bantuan pernapasan (resusitasi) saat proses persalinan
berlangsung.
Kata kunci : Berat Badan Lahir Rendah, Asfiksia.