Abstract :
ABSTRAK
Feriyadin Satrio Wibowo, 2015.Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian
Gagal Jantung di Rumah Sakit Muhammadiyah Babat
Kabupaten Lamongan. Skripsi Program Studi S-1 Keperawatan
STIKES Muhammadiyah Lamongan Pembimbing (1) Cucuk Rahmadi
P.,S.Kp.,M.Kep.,, Pembimbing (2) Cucuk Rahmadi P.,S.Kp.,M.Kep.,
Gagal jantung merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama. Setengah
dari pasien yang terdiagnosis gagal jantung, masih mempunyai harapan hidup 5
tahun, sebesar 62% pada pria dan
42% pada wanita. Etiologi gagal jantung disebabkan darah tidak mencapai
jaringan dan organ (perfusi rendah) untuk menyampaikan oksigen yang
dibutuhkan. Beberapa efek yang ditimbulkan dari perfusi rendah adalah pusing,
konfusi, kelelahan tidak kolerasi terhadap latihan
dan panas, ekstremitas dingin dan haluaran urine berkurang (oliguri) serta dapat
menimbulkan dampak psikologis depresi, cemas, serta penurunan peran dalam
keluarga.
Desain penelitian menggunakan metode Analitik dengan pendekatan case control.
Populasi sebanyak 26 pasien gagal jantung dan jumlah sampel 25 pasien gagal
jantung dengan teknik Simple Random Sampling. Data diambil dengan kuisioner
dan rekam medik/diagnose dokter di Rumah Sakit Muhammadiyah Babat
Kabupaten Lamongan bulan Februari-maret 2015 dengan variabel independent
aktivitas fisik dan variabel dependent Gagal Jantung, analisis Berdasarkan hasil
penelitian dengan menggunakan uji Spearman dengan bantuan SPSS versi 16,0
didapatkan nilai α = 0,05 dimana rs= 0,614 dan p = 0,008 dengan rs = 0,521
maka H1 diterima artinya ada hubungan antara aktivitas fisik dengan terjadinya
gagal jantung di Rumah Sakit Muhammadiyah Babat
Hasil penelitian ini menunjukan hubungan aktivitas fisik dan kejadian gagal
jantung di Rumah Sakit Muhammadiyah Babat Kabupaten Lamongan.]
Kata kunci : Aktivitas fisik, Gagal jantung