Abstract :
Pemanasan pada minyak diatas suhu 120° C dapat membentuk senyawa akrilamida yang toksik
terhadap materi genetik pada sel manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruhh
penambahan adsorben kulit pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) terhadap kadar
akrilamida pada minyak bekas penggorengan. Analisis pada penelitian ini menggunakan
Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) , dengan kolom Agilent C18, laju alir 1 mL/ menit,
panjang gelombang 198 nm, volume injeksi 20 ?L, dan fase gerak yang digunakan methanol :
asam fosfat 0,1% dengan perbandingan 5:95. Hasil FTIR, adsorben kulit pisang kepok memiliki
gugus O-H dan C-H sebagai selulosa yang dapat mengikat akrilamida. Akrilamida pada minyak
teridentifikasi pada waktu retensi 4,655 menit, jumlah plat teoritis 34.670, nilai HETP 0,00072,
faktor kapasitas 2,703, dan %SBR 0,027%. Metode yang digunakan telah terbukti valid dengan
linieritas y=205,53x+38,531, koefisien korelasi 0,9974, %SBR <2%, batas deteksi 0,37 ppm dan
batas kuantifikasi 1,25 ppm, % Recovery 95,83-104,05%. Konsentrasi adsorben kulit pisang kepok
20% dan lama perendaman 24 jam dapat menurunkan kadar akrilamida pada minyak goreng bekas
sebesar 66,97%