Abstract :
Etnomedisin merupakan pemahaman masyarakat lokal dalam memahami
kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanaman yang digunakan
sebagai antipiretik oleh masyarakat Kampung Naga, bagian tanaman, cara
pengolahan dan penggunaannya serta mengetahui kandungan metabolit
sekunder dalam tanaman. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan
metode kuesioner dan wawancara. Responden yang terlibat sebanyak 135
orang. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat 50 jenis tanaman yang
masih dimanfaatkan dalam mengobati penyakit demam dengan frekuensi
terbanyak yaitu bawang merah (33,6%), famili Zingiberaceae (30%), bagian
tanaman berupa daun (63,6%), cara pengolahan ditumbuk (45%), cara
penggunaan dibalurkan (66,2%). Semua tanaman mengandung senyawa
metabolit sekunder Flavonoid yang memberikan aktivitas sebagai antipiretik
Kata kunci : Etnomedisin, Antipiretik, Skrining Fitokimia