Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Noldy Ferry Leonardo, Noldy Ferry Leonardo
Subject
BV Practical Theology
Datestamp
2024-07-29 09:32:01
Abstract :
Noldy Ferry Leonardo (2020154251) dengan judul Pemuda dan
Perjamuan Kudus - Pemahaman Pemuda Yang Telah Mengikuti Katekisasi
Mengenai Perjamuan Kudus di Gereja Toraja Jemaat Bukit Zaitun
Lamunan Klasis Makale Tengah. Di bawah bimbingan Yohanes Krismanto
Susanta, M.Th dan Frans Paillin Rumbi, M.Th.
Penulis membahas topik ini karena melihat kondisi di berbagai Jemaat
dalam lingkup Gereja Toraja yang seiring berkembangnya zaman, kurang
memberikan perhatian yang baik terhadap suatu perayaan dari salah satu
sakramen yang diakui oleh Gereja Toraja yaitu Perjamuan Kudus. Sehingga yang terjadi adalah masih ada anggota jemaat yang telah disidi khususnya dalam lingkup Pemuda yang belum mampu memahami makna dari Perjamuan Kudus dan juga belum mampu menyikapi Perjamuan Kudus ketika hendak dilakukan, akibatnya adalah Perjamuan Kudus dilakukan dengan cara yang tidak layak dan dilakukan hanya sebagai formalitas saja dari rutinitas perayaan Perjamuan Kudus dalam setahunnya - menurut kalender Gerejawi - yaitu dilakukan 4 (empat) kali dalam satu tahun.
Kurangnya dalam meberikan perhatian yang baik terhadap Perjamuan
Kudus yang dimaksud oleh penulis di sini adalah bukan hanya kurangnya
perhatian dalam memberikan materi kepada peserta katekumen dalam kelas
katekisasi melainkan juga kurangnya perhatian yang baik dari pengajar dalam kelas katekisasi terhadap peserta katekumen mengenai kemampuan daya tangkap mereka terhadap apa yang disampaikan atau diajarkan kepada mereka. Padahal berdasarkan Tata Gereja Toraja, mereka (anggota jemaat) yang telah sidi setelah mengikuti kelas katekisasi adalah mereka yang diperbolehkan ikut dalam Perjamuan Kudus karena dianggap telah mampu memahami dan juga mampu menyikapi Perjamuan Kudus. Namun tradisi tersebut hanya dilakukan sebatas formalitas saja.
Sehingga melalui penulisan karya ilmiah ini, penulis mengharapkan para
pembaca bahwa betapa pentingnya peran pengajar katekisasi dalam suatu jemaat untuk memberikan perhatian yang baik terhadap Perjamuan Kudus dan juga memperhatikan kelayakan pesertanya dalam kelulusannya dari kelas katekisasi sebelum mereka menerima pelayanan sidi dan diperbolehkan untuk ikut serta dalam meja Perjamuan Kudus.