Abstract :
NITIRIA, 1994, ?Ma?baendon?
Suatu Kajian Teologis Tentang Makna syair tarian Ma?baendon Dan
Implementasinya Bagi Orang Kristen Di Jemaat Pniel Kanandede Klasis
Rongkong Sabbang Baebunta.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna syair Ma ?baendon
di Jemaat Pniel Kanandede Klasis Rongkong Sabbang Baebunta. Ma?baendon
merupakan suatu ungkapan syukur atau Ma?Tammuan Allo? di Rongkong.
Ma?baendon merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan dari para leluhur
yang dipakai oleh warga gereja Toraja Jemaat Pniel Kanandede. Metode yang
digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
makna dari Ma?baendon adalah sebuah ungkapan syukur dan saling bahu
membahu dan tolong menolong. Pada zaman dahulu tradisi Ma?baendon
dilakukan dengan maksud mengucap syukur kepada dewa untuk segala berkat
yang telah diberikan kepada mereka, namun seiring dengan berkembangnya
Zaman masyarakat Rongkong khususnya Jemaat Pniel Kanandede kini telah
mengimani Kekristenan sehingga ritual Ma?baendon beralih makna yaitu sebagai
ungkapan syukur dan syair Baendon yang tidak sesuai dengan agama dihilangkan
diganti dengan syair-syair semacam mazmur jeneva, yang ada di nyanyian rohani.
Dalam syair ada penyembahan nyanyian yang ditujukan kepada Allah.
Kata kunci: Ma?baendon, syair (ma?tammuan allo)