Abstract :
Risna Sister Efrata, defigan skripsi yang beijudul Kunci Hidup
Berkelimpahan Hermeneutik Maleakhi 3:10 tentang Persembahan Persepuluhan
dan Implikasinya bagi Gereja Masa Kini.
Dalam mengakaji dan meneliti topik ini, penulis menggunakan metode
kualitatif berdasarkan kaidah-kaidah hermeneutik, kemudian dituangkan ke dalam empat bab. Pokok yang harus dituntaskan adalah realita masalah pemberlakuan persembahan persepuluhan yang terkadang disalahpahami, berangkat dari konteks Maleakhi dan disinkronkan dengan konteks gereja masa kini. Upaya pengkajian dan penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna
terdalam di balik teks salah satu kitab dalam Peijanjian Lama, Maleakhi 3:10,
memuat masalah persembahan persepuluhan yang disampaikan oleh nabi
Maleakhi kepada bangsa Israel. Persembahan persepuluhan adalah salah satu
penekanan penting yang disampaikan oleh nabi Maleakhi sebagai bentuk teguran yang menuntut ketaatan bangsa Israel dalam konteks Maleakhi.
Hasil akhir dari upaya pengkajian ini adalah dengan memperoleh sebuah
makna dari pernyataan nabi Maleakhi bahwa dengan memberi persembahan
persepuluhan maka hal tersebut dapat menjadi motivasi untuk bersyukur atas
segala berkat Tuhan. Persembahan persepuluhan bukan cara menyuap Tuhan,
melainkan sebagai salah satu cara Tuhan mendisiplinkan umat-Nya,
Dari hasil penelitian ini dapat memberi pemahaman yang benar dalam
mengimplementasikan persembahan persepuluhan sebagai bentuk keterlibatan
dalam penatalayanan gereja, dengan satu tujuan agar kesejahteraan pelayan gereja bersama jemaatnya dapat terpenuhi. Jemaat semakin memaknai Persembahan persepuluhan sebagai pernyataan iman dan investasi kasih kepada Tuhan dan sesama manusia. Persepuluhan adalah kunci hidup berkelimpahan.