Institusion
Universitas Lampung
Author
YOGI FITRIANI, 1113024073
Subject
LB Theory and practice of education
Datestamp
2015-06-30 07:56:51
Abstract :
ABSTRAK
Kemampuan memecahkan masalah merupakan suatu aspek yang sangat penting dilihat
dari kegunaannya untuk mencari solusi dalam memecahkan masalah kehidupan seharihari.
Memecahkan masalah membutuhkan daya analitis yang tinggi sehingga dapat
melatih siswa untuk mampu menempatkan diri pada berbagai macam situasi. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara gender dengan kemampuan
memecahkan masalah dan perbedaan kemampuan diantara kedua gender dalam
memecahkan masalah.
Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional. Sampel dipilih
dengan teknik cluster random sampling pada siswa kelas X MIASMA Negeri 1
Pringsewu. Data penelitian berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif
berupa deskripsi kemampuan siswa dan keterlibatan siswa dalam memecahkan
masalah serta tanggapan siswa terhadap model Pembelajaran Berbasis Masalah. Data
kuantitatif berupa nilai siswa yang diperoleh dari hasil tes. Data yang telah diperoleh
Yogi Fitriani
diuji secara statistik menggunakan uji korelasi (Product Moment), uji Mann-Whitney
U, dan uji t.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang rendah antara gender
dengan kemampuan memecahkan masalah dengan koefisien korelasi 0,317. Secara
umum, terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah
siswa laki-laki dan perempuan. Sebaliknya, hasil analisis indikator pemecahan masalah
menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa laki-laki
dan perempuan pada sebagian besar indikator pemecahan masalah. Tidak
signifikannya perbedaan antara kedua gender pada semua indikator pemecahan
masalah ini disebabkan karena sebagian besar dari mereka sama-sama terlibat aktif
dalam memecahkan masalah dan menunjukkan predikat yang baik. Meskipun begitu,
siswa laki-laki cenderung lebih aktif dan lebih banyak yang terlibat dalam proses
pemecahan masalah daripada siswa perempuan.
Kata Kunci: gender, kemampuan, memecahkan masalah