Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nafiatun, Nafiatun
Isnaeni, Yuli
Subject
HQ The family. Marriage. Woman
Datestamp
2017-12-29 05:27:22
Abstract :
Latar belakang: Penyakit kanker payudara menunjukkan kecenderungan yang
semakin meningkat. Telah diketahui bahwa sekitar 1.670.000 perempuan di Dunia
menderita kanker payudara. Diketahui 70 % Ibu-Ibu RW 05 Banyurejo sama sekali
tidak mengetahui tentang penyakit kanker payudara dan deteksi dini melalui
SADARI.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui perbedaan promosi kesehatan dengan metode
pendidikan kesehatan secara kolompok dan individu terhadap praktek SADARI ibu
di RW 05 Desa Banyurejo Tempel Sleman Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain ?Quasy-Experiment?. Waktu
penelitian dilaksanakan mulai tanggal 10 Oktober 2010 sampai 20 Juli 2011.
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Nonprobability sampling sebanyak 20
responden. Teknik analisis menggunakan uji t-tes independent.
Hasil : Setelah dilakukan promosi kesehatan tentang praktek SADARI dengan
metode kelompok yakni 5 responden atau 50 % dalam kategori baik, dan dengan
metode individu 8 responden atau 80% dalam kategori cukup.
Kesimpulan : Analisa t-test menunjukkan adanya perbedaan antara metode
kelompok dan metode individu terhadap praktek SADARI Ibu dengan nilai p value
sebesar 0,036 lebih besar dari nilai alpha 0,05 (5%).
Saran: Bagi tenaga kesehatan khususnya perawat komunitas, agar didapatkan hasil
yang lebih efektif maka dalam memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat
sebaiknya menggunakan metode kelompok karena akan lebih baik hasilnya.
Kata kunci : Praktek SADARI, Promosi kesehatan dengan metode
kelompok dan metode individu, kanker payudara.
Kepustakaan : 14 Buku (2000-2010), 3 Hasil Penelitian, 2 Website
Jumlah halaman : i-xiii, 85 halaman, 8 Tabel, 3 Gambar, 14 Lampiran