Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Putri, Rianti Diah
Muhartati, Mei
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2017-12-30 05:59:43
Abstract :
LatarBelakang : Kanker serviks mempunyai insiden yang cukup tinggi
dan hampir 80% kasus berada di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Di
Indonesia, kanker serviks telah menjadi pembunuh nomor satu dari keseluruhan
kasus kanker. Hampir 50% penderita kanker serviks ternyata tidak melakukan pap
smear, hal ini menunjukkan minat masyarakat untuk melakukan pemeriksaan pap
smear sangat rendah yang mengakibatkan angka kesakitan dan kematian ibu
bertambah. Oleh karena itu pendidikan kesehatan sebagai salah satu metode untuk
menyebarkan informasi kesehatan dapat diberikan.
Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan
terhadap tingkat pengetahuan dan minat pemeriksaan pap smear.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah eksperimen semu
dengan rancangan one group pre-test dan post-test design. Instrument yang
digunakan adalah kuisioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan random
sampling dengan jumlah 30 responden. Uji statistik menggunakan wilcoxon
signed ranks test.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat
pengetahuan ibu tentang ca cervix saat pretest dengan kategori cukup sebanyak 14
orang (46,7%) dan post test peningkatan kategori baik 26 orang (86,7%),
sedangkan untuk pre test minat kategori tinggi 14 orang (46,7%) dan posttest
kategori tinggi 24 orang (80%). Hasil analisis pengetahuan thitung>ttabel (-4,000 > -
1,96) dan nilai p<0,05 (0,000<0,05) dan untuk minat thitung>ttabel (-3,742 > -1,96)
dan nilai p<0,05 (0,000<0,05).
Kesimpulan : Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang ca cervix
terhadap tingkat pengetahuan dan minat pemeriksaan pap smear.
Saran : Disarankan kepada ibu agar rutin melakukan deteksi dini ca cervix
dengan pemeriksaan pap smear.